Bekerja Benar Tidak Sekedar Bekerja

Bentuk-Tim-Kerja

Oleh Rene Suhardono

Bekerja benar tidak sekedar bekerja , tetapi dalam rangka berproses untuk memuncuklan karya.

Unjuk Karya bukan semata unjuk kerja, apalagi hanya unjuk rasa, Dan modalnya adalah 4 kartu AS dalam tumpukan kartu kehidupan, Yaitu :

Pertama, Kerja Iklas, bekerja bukan sekedar bertransaksi untuk memperoleh hasil , tetapi atas dasar mengambil peran menjadikan diri, orang lain , dan kehidupan jadi sedikit leboh baik.

Kedua, Kerja Tangkas, bekerja dengan sigap , tangkas dan cermat. Bukan sekedar bekerja mengerjakan hal yang sama sesuai intruksi, tetapi senantiasa mencari cara untuk menjadikan segala sesuatu libih cepat, tepat dan baik.

Ketiga, Kerja cerdas, Bekerja mengkombinasikan pemahaman taktis dan strategis. Bukan sekedar mengejar Output, tetapi juga impact bahkan makna.

Last but not the least, Kerja keras, Bekerja dengan mencurahkan seluruh kemampuan jiwa dan raga, tetapi tetap mengukur kemampuan tubuh,Kenapa ? karena dalam tubuh tetap punya hak atas segenap instrument dalam tubuh ini.

Jadi mana yang terbaik ?

Rupanya melalui diskusi tadi bukan hanya sekedar memilih salah satu, tetapi dengan memadukan keempatnya. Hanya dengan kombinasi kerja ikhlas, kerja tangkas, kerja cerdas dan kerja keras, dalam waktunya, akan mencapai tahap kepiawaian(mastery) dan pada saat yang sama hasil yang dimunculkan akan mengandung makna(meaning), itulah KARYA atau konsekuensi dan kerja benar.

Ada ilustrasi menarik tentang hal tersebut diatas : Apabila kita digaji 5 juta, tetapi berkarya seperti orang digaji 100 juta(demi keasyikan memunculkan karya), pemiliknya dan semesta akan membayar kelebihan berupa karir yang melejit, kesehatan prima, keluarga sejahtera dan keturunan yang cerdas.

Namun jika bergaji  5 juta, tetapi berkarya seperti orang digaji 1 Juta(tanpa niat dan keasyikan), walaupin pemilik tidak tahu atau tidak peduli, semesta dan penciptanya akan menuntut sisanya dengan penyakit, kesulitan, utang dan beragam masalah lain. Itulah hokum keseimbangan alam.

Jadi bekerjalah maksimal, padukan kepiawaian dan kebermaknaan agar karya senantiasa tercipta.Lalu ikhlaskan, yakinkan dengan semesta dan Sang Pencipta, selanjutnya perhatikan segala hal .

Orang biasa hanya mampu berkeluh kesah, Orang luarbiasa demi berkarya siap berpeluh basah!

Bila tak tahan lelahnya berkarya bersiaplah menghadapi perihnya ketidakberdayaan.

Dengan passion kita berdaya, berkarya dan bahagia.

Tanpa passion kita hanya akan mengalami ketiadaan dan ketidakberdayaan.

 

Inspirasi Pagi, Mendidik Anak

Baru dishare WA artikel bagus dari istri. Semoga yang membuat dan share artikel inspirasi pagi ini mendapatkan keberkahan yang melimpah, Amin.

(Inspirasi Pagi )  Mendidik Anak

  1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologismanusia saat menangis, adalah menunduk. Continue reading

Inspirasi dari Pak Rhenald Kasali

Pak Rhenald Kasali adalah salah satu tokoh Indonesia yang saya kagumi, beliau membuat saya terinspirasi untuk terus belajar dan berusaha menjadi orang yang lebih bermanfaat bagi orang lain.

Beberapa hari yang lalu ada tulisan beliau di Kompas.com yang sangat mengispirasi saya, dah eh ternyata di-share juga di forum internal kantor oleh salah satu BOD kantor kami. Terbesit dibenak saya, masak saya sebagai fans tidak men-share di blog saya hehe :P

 

Rhenald Kasali

 Rhenald Kasali (@Rhenald_Kasali)

KOMPAS.com — Saya kebetulan mentor bagi dua orang ini: Dian Sastro dan Mooryati Soedibyo. Akan tetapi, pada Susi Pudjiastuti yang kini menjadi menteri, saya justru belajar.

Ketiganya perempuan hebat, tetapi selalu diuji oleh sebagian kecil orang yang mengaku pandai. Entah ini stereotyping, atau soal buruknya metakognisi bangsa. Saya kurang tahu persis.
Continue reading